Rabu, 21 Mei 2014

Percobaan Proyeksi tahun 2025 Provinsi Kalimantan Tengah

Peta Kalimantan Tengah


PENDAHULUAN

Kemajuan teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru, dunia terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain. Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Dan hasil itu diperoleh setelah kita membandingkannya dengan negara lain. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Semakin meningkatnya jumlah penduduk juga harus diimbangi dengan semakin tingginya taraf pendidikan, tapi biasanya orang yang pendidikannya tinggi cenderung memiliki anak yang sedikit. 


Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu rendahnya sarana fisik, Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan, Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan. 

1.    Standar Minimal Perencanaan Kebutuhan Sarana Pendidikan
Menurut Departemen PU antara lain dibedakan menjadi :
Jenis Sarana Kota
Jumlah Penduduk
Pendukung (Jiwa)
Jarak

Luas lahan

TK
1000
Radius maksimum 1.000 meter
1500 m2
SD
1600

Mudah dicapai dengan radius pencapaian maksimum 1000 meter, dihitung dari unit terjauh
2000 m2

SMTP
4800

Radius maksimum 1000 meter
9000 m2

SMTA
4800
Radius maksimum 3 km dari unit yang dilayani
1.      1 lantai 2.500 m2
2.      2 lantai 8000 m2

3.      3 lantai 5000 m2
Perguruan Tinggi
10000
Radius maksimum 3 km dari unit yang dilayani
1.      Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi 5000 m2
2.      Institut 8000 m2
3.      Universitas 10000 m2
2.    Fasilitas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah





3.  Proyeksi Penduduk Provinsi Kalimantan Tengah
Umur
2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
0-4
226.7
228.8
231.3
234.0
236.6
237.4
239.8
243.3
246.1
5-9
223.4
225.5
228.1
229.9
231.5
234.3
236.8
238.2
241.0
10-14
236.6
235.3
234.5
233.0
232.4
231.0
233.4
235.9
237.8
15-19
225.6
230.8
234.2
238.6
241.8
244.8
244.3
243.5
243.1
20-24
223.8
227.3
231.3
234.5
237.5
239.5
244.9
248.9
253.2
25-29
229.5
232.2
234.1
237.3
239.5
243.2
246.5
249.2
252.4
30-34
228.6
232.4
236.6
240.0
244.3
248.3
250.6
253.5
256.6
35-39
214.5
221.5
227.5
232.6
237.7
243.3
248.1
252.2
255.7
40-44
179.1
188.1
197.0
206.2
216.2
224.3
231.3
238.1
243.3
45-49
145.6
152.7
160.6
167.8
175.8
184.9
193.9
203.8
213.0
50-54
109.9
117.5
124.5
132.6
139.6
147.9
155.6
163.5
170.7
55-59
74.5
80.3
87.3
94.4
101.4
109.0
116.5
124.4
131.5
60-64
49.6
53.0
57.1
61.1
66.2
71.2
76.2
83.3
90.4
65-69
32.0
33.9
36.9
39.0
42.0
45.4
48.1
51.1
55.1
70-74
21.6
22.9
23.9
24.9
26.0
27.2
30.0
32.0
35.0
75+
18.9
20.1
21.1
22.9
24.1
25.5
27.1
27.9
29.8
Total
2,439.9
2,502.3
2,566.0
2,628.8
2,692.6
2,757.2
2,823.1
2,888.8
2,954.7

Umur
2019
2020
2021
2022
2023
2024
2025
0-4
248.8
249.8
251.8
254.0
256.3
258.2
258.5
5-9
242.6
245.1
247.8
250.4
253.0
255.3
257.8
10-14
239.5
242.0
244.7
246.3
248.9
251.1
253.2
15-19
241.4
238.9
242.5
245.2
246.9
249.1
250.2
20-24
256.2
258.7
258.3
257.7
257.0
255.1
252.6
25-29
256.4
259.5
263.3
268.0
271.6
274.7
278.8
30-34
259.5
263.0
265.4
268.4
272.4
276.0
280.4
35-39
259.9
264.1
267.0
270.0
272.8
276.2
279.6
40-44
249.4
254.3
258.7
263.8
268.1
271.8
276.0
45-49
223.0
231.5
239.0
245.9
250.8
256.5
262.2
50-54
178.7
188.0
197.8
206.7
216.6
226.3
235.4
55-59
139.5
146.9
154.6
162.6
170.5
178.3
186.9
60-64
97.4
105.0
112.5
119.5
126.5
134.3
141.7
65-69
59.2
65.8
71.3
77.3
84.4
90.3
97.0
70-74
37.0
39.2
42.1
45.1
48.1
52.1
56.9
75+
31.9
34.0
35.9
38.1
41.1
44.3
47.2
Total
3,020.4
3,085.8
3,152.7
3,219.0
3,285.0
3,349.6
3,414.4

Keterangan : Jumlah angka x 1000



PEMBAHASAN

            Kemudian pada kali ini akan membahas penerapan proyeksi penduduk 2010-2025 untuk pembangunan waktu kedepan fasilitas pendidikan di Kalimantan Tengah. Sektor yang akan digunakan antara lain TK (Taman Kanak-Kanak), SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas) dan PT (Perguruan Tinggi). Untuk menyesuaikan jumlah sekolah yang akan dibangun kedepannya menggunakan acuan berupa Standar Perencanaan Fasilitas Pendidikan.

1.    TK (Taman Kanak-Kanak) *5 tahun
Pada tahun 2010 jumlah sekolah TK di Kalimantan Tengah secara keseluruhan baik negeri maupun swasta adalah 935. Murid TK sendiri berjumlah 53.972 anak. Menurut standar perencanaan pembangunan sebuah TK berada di kawasan yang ditempati minimal 1000 jiwa.
Jumlah penduduk 2010 yaitu 2.439.900 : 1000 = 2440 TK maksimal, ini berarti sudah memenuhi standar minimal pembangunan TK.
Asumsi TK menampung 50 anak (TK nol kecil dan nol besar).
Jumlah TK =  = 1079
Jadi, jumlah 935 TK ini kurang memenuhi syarat dan kurang 144.
Setelah adanya proyeksi sampai tahun 2025, jumlah murid TK menjadi sekitar 61.000 anak. Jadi jumlah TK yang dibutuhkan pada tahun 2025 =  1220 TK.

2.    SD (Sekolah Dasar) / Sederajat *6-12 tahun
Pada tahun 2010 jumlah Sekolah Dasar / sederajat di Kalimantan Tengah secara keseluruhan SD dan SDLB baik negeri maupun swasta adalah 2.395. Murid SD berjumlah 242.700 anak. Standar perencanaan pembangunan sebuah SD berada di kawasan yang ditempati minimal 1600 jiwa.
Jumlah penduduk 2010 yaitu 2.439.900 : 1600 = 1525 SD maksimal, ini berarti sudah memenuhi standar minimal pembangunan SD.
Asumsi SD menampung 30 anak/kelas x 6 = 180 murid.
Jumlah SD =  = 1348
Jadi, jumlah 2395 SD ini digunakan untuk murid yang seharusnya berjumlah 2395x180 = 431.100 anak. Berarti setiap sekolah rata-rata per kelas diisi kurang dari 30 murid.
Setelah adanya proyeksi sampai tahun 2025, jumlah murid SD menjadi sekitar 270.000 anak. Jadi jumlah SD yang dibutuhkan pada tahun 2025 =  = 1500 SD. Karena jumlah SD sudah 2395 berarti tidak ditambah, akan tetapi pada kondisi seperti ini berarti per kelas kurang dari 30 murid. Maka dari itu seharusnya dulu diadakan perencanaan yang matang terlebih dahulu agar jumlah sekolah tidak over, akan tetapi ini juga mungkin bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah pada tempat yang tak terjangkau di pedalaman misalnya.

3.    SMP (Sekolah Menengah Pertama) / Sederajat *13-15 tahun
Pada tahun 2010 jumlah SMP / Sederajat di Kalimantan Tengah secara keseluruhan SMP dan SMPLB baik negeri maupun swasta adalah 468. Murid SMP bejumlah 81.422 anak. Standar perencanaan pembangunan sebuah SMP berada di kawasan yang ditempati minimal 4800 jiwa.
Jumlah penduduk 2010 yaitu 2.439.900 : 4800 = 508 SMP maksimal, ini berarti sudah memenuhi standar minimal pembangunan SMP.
Asumsi 30 murid/kelas x 3 tahun x 6 kelas = 540 murid.
Jumlah SMP =  = 150
Jadi, jumlah 468 SMP ini digunakan oleh murid yang seharusnya berjumlah 468x540 = 252.720 anak. Berarti setiap sekolah rata-rata per kelas diisi kurang dari 30 murid.
Setelah adanya proyeksi sampai tahun 2025, jumlah murid SMP menjadi sekitar 90.000 anak. Jadi jumlah SMP yang dibutuhkan pada tahun 2025 =  = 167 SMP. Karena jumlah SMP sudah 468 berarti tidak ditambah, akan tetapi pada kondisi seperti ini berarti per kelas kurang dari 30 murid. Maka dari itu seperti sebelumnya, alangkah lebih baik diadakan perencanaan yang matang terlebih dahulu agar jumlah sekolah tidak over, akan tetapi ini juga mungkin bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah pada tempat yang tak terjangkau di pedalaman misalnya.

4.    SMA (Sekolah Menengah Atas) / Sederajat *16-18 tahun
Pada tahun 2010 jumlah SMA / Sederajat di Kalimantan Tengah secara keseluruhan SMA, SMK dan SMALB baik negeri maupun swasta adalah 250. Murid SMA berjumlah 60.742 anak. Standar perencanaan Standar perencanaan pembangunan sebuah SMA berada di kawasan yang ditempati minimal 4800 jiwa.
Jumlah penduduk 2010 yaitu 2.439.900 : 4800 = 508 SMA maksimal, ini berarti sudah memenuhi standar minimal pembangunan SMA.
Asumsi 30 murid/kelas x 3 tahun x 6 kelas = 540 murid.
Jumlah SMA =  = 112
Jadi, jumlah 250 SMA ini digunakan oleh murid yang seharusnya berjumlah 250x540 = 135.000 anak. Berarti setiap sekolah rata-rata per kelas diisi kurang dari 30 murid.
Setelah adanya proyeksi sampai tahun 2025, jumlah murid SMA menjadi sekitar 68.000 anak. Jadi jumlah SMA yang dibutuhkan pada tahun 2025 =  = 126 SMA. Karena jumlah SMA sudah 250 berarti tidak ditambah, akan tetapi pada kondisi seperti ini berarti per kelas kurang dari 30 murid. Maka dari itu seperti sebelumnya, alangkah lebih baik diadakan perencanaan yang matang terlebih dahulu agar jumlah sekolah tidak over, akan tetapi ini juga mungkin bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah pada tempat yang tak terjangkau di pedalaman misalnya.

PENUTUP

Permasalahan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah adalah kurang meratanya fasilitas pendidikan berupa bangunan sekolah, contohnya jumlah SD terbanyak berada di Kabupatan Kapuas yaitu sebanyak 364 buah dan yang tersedikit terdapat di Kab. Sukamara yaitu 46 Sekolah (berdasarkan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan). Keadaan seperti ini sungguh sangat timpang untuk masalah pemerataan pendidikan. Kemudian kurangya perencanaan untuk memastikan jumlah sekolah yang tepat. Prasarana jalan juga harus ditambah untuk akses ke sekolah agar bisa lebih mudah dijangkau.

DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
tentang “Tinjauan Ekonomi & Keuangan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah  2012”.

Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035. Diakses 17-05-2014. http://www.datastatistik-indonesia.com/proyeksi/index.php?option=com_proyeksi&task=show&Itemid=941

0 komentar:

Posting Komentar